Motif-motif batik

    143 MOTIF BATIK INDRAMAYU
DAN SEJARAHNYA
 
   
    Lampiran Hak Atas Kekayaan Intelektual Motif Batik IndramayuTahun 2003 : 50 motif
Tahun 2004 : 47 motif
Tahun 2005 : 46 motif
 
   
    DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH
( DEKRANASDA )
INDRAMAYU

01. KEMBANG SUKET
HC.No. 023925

Kembang suket tumbuh di sekitar pekarangan rumah-rumah penduduk (suket = rumput).
Tanaman ini merupakan tanaman liar, tumbuh dengan subur dan tidak memerlukan
pemeliharaan. Bentuk kembangnya kecil-kecil dan banyak.

02. KEMBANG PETE
HC.No.023926

Di daerah Indramayu bagian selatan, daerah pegunungan berbatasan dengan Kabupaten
Sumedang dan Subang, banyak tumbuh pohon pete. Buah biji pete ini oleh orang
Indramayu dimakan sebagai lalapan atau dibuat sambal goreng.

03. LASEM URANG
HC.No.023927

Urang berarti udang yang bentuknya kecil-kecil, seperti kerang yang banyak dimakan
burung dan manusia. Lasem adalah nama tempat yang banyak menghasilkan udang-udang
kecil tersebut. Lasem juga merupakan daerah asal pembatikan.

04. MANUK BENGKUK
HC.No.023928

Rakyat Indramayu yang dijajah Belanda sangat merasa ketakutan. Sehingga ketika
bertemu tentara Belanda badannya sampai menunduk / membungkuk karena tidak berani
menatap mata orang Belanda. Dilambangkan dengan burung bungkuk (bongkok).

05. LOKCAN
HC.No.023929

Di Kabupaten Indramayu banyak bermunculan kesenian tradisional daerah, salah satunya
adalah tari topeng. Lokcan merupakan salah satu bentuk topeng yang diambil dari seni tari
tersebut yang banyak terdapat di Desa Tambi kecamatan Jatibarang. Berbentuk Bunga
Juana yang menandakan banyaknya pelaut-pelaut dari daerah Cina yang berlabuh di
sepanjang pantai Indramayu.

06. KERETA KENCANA
HC.No.023930

Kereta adalah kendaraan Patih dari Jawa Bagelen (Jawa Tengah) yang terbuat dari kayu
jati dan besi yang berhiaskan logam. Kencana berarti emas lambang kejayaan kaum
bangsawan yang digunakan untuk melihat kamp-kamp.

07. MERAK BRUNDING
HC.No.023931

Merak Brunding (berunding) menggambarkan perundingan antara Belanda dengan pribumi,
namun oleh pribumi ditolak karena warga sudah kehabisan bahan pangan yang sering
dirampok oleh Belanda. Ada warga yang dipaksa jadi koki /pembantu juru masak, karena
ketidak berdayaan ahirnya mengikuti semua perintah, tapi koki tersebut pintar, dia
memberitahu pada keluarganya bahwa kalau warga tidak mau diajak berunding nanti
semua rumah warga akan dihancurkan. Maka kaum bapak-bapak punya taktik, perang di
waktu malam hari karena Belanda tidak bisa melawan di waktu malam hari, maka terjadilah
perang gerilya.

08. MANUK DRAWES
HC.No.023932

Manuk Drawes adalah sejenis burung yang banyak beterbangan dan hinggap di sekitar
rumah-rumah penduduk di Desa Babadan. Burung ini punya kebiasaan suka ngiler /
mengeluarkan liur.

09. MERAK NGIBING
HC.No.023933

Menggambarkan kegembiraan rakyat Indramayu pada saat memenangkan peperangan
melawan Belanda. Taktik perang yang dilakukan oleh rakyat pribumi Indramayu adalah
dengan perang bergerilya di waktu malam hari pada saat Belanda sedang tidur lelap.
Rakyat menyerang secara sembunyi-sembunyi dari hutan-hutan belukar sehingga Belanda
tidak menduga adanya penyerangan. Peperangan dengan taktik gerilya ini banyak
dimenangkan oleh rakyat Indramayu.

10. PACAR CINA
HC.No.023934

Pacar yaitu tanaman yang daunnya kecil, pohon tidak begitu besar, bunganya bulat
kecil-kecil. Fungsi dari daun untuk bahan pewarna kuku, caranya daun ditumbuk sampai
halus diberi air sedikit lantas dipasang di kuku selama satu malam, besok pagi dibuang
maka kuku kelihatan merah. Jarinya cukup lentik, kukunya merah, badannya semampai ,
pakaian sehari-harinya kain, berpayung dan berkebaya sehingga orang Belanda pun
banyak yang tertarik pada wanita Indramayu Utara. Maka disebut Batik Pacar Cina.

11. PERANG TEJA
HC.No.023935

Menggambarkan peperangan antara rakyat Indramayu melawan Belanda. Disepanjang
pinggir kali Cimanuk Desa Penganjang sampai Babadan banyak tentara Belanda yang
berjaga-jaga mengawasi penduduk pribumi terutama kaum lelaki. Sampai rumah penduduk
digeledah mencari kapal-kapal sedangkan kapal-kapal kumpul di pulai Nila karena di sana
dilindungi oleh sesepuh Ki Singub yang sakti.

12. PENTIL KUISTA
HC.No.023936

Di sekitar Desa Babadan, Cantigi dan Rambatan banyak terdapat pohon Kuista, buahnya
bulat seperti bola, kulitnya keras, warna krem kecoklat-coklatan, rasa buahnya pada saat
mentah sangat hambar dan ketika matang rasanya manis, biasanya untuk dihidangkan
dengan sirup campolay dan rujak.

13. SAWAT PENTIL KUISTA
HC.No.023937

Sawat adalah mahkota penganten yang dipasang di kedua tangan di atas siku. Pentil
kuista adalah sejenis pohon yang banyak tumbuh di sekitar Desa Babadan, Cantigi dan
Rambatan banyak terdapat pohon Kuista, buahnya bulat seperti bola, kulitnya keras, warna
krem kecoklat-coklatan, rasa buahnya pada saat mentah sangat hambar dan ketika matang
rasanya manis, biasanya dibuat sirup campolay dan rujak.

14. OBAR-ABIR
HC.No.023938

Menggambarkan ombak laut yang cukup besar pada saat angin kencang dan ombak besar
para pelaut berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri ahirnya terdampar di pantai
Tirtamaya yang dulu namanya Pantai Balongan karena di sana ditemukan Balong yang
gede, airnya cukup dingin padahal di tepi pantai,maka di dalam motif banyak terdapat
isinya laut antara lain binatang laut, rumput laut, karang laut dan lain sebagainya. Sampai
kini balong masih tetap dipelihara maka daerah tersebut dikatakan Desa Balongan. Desa
Kilang Minyak.

15. SAWAT BISKUIT
HC.No.023939

Sawat adalah mahkota penganten yang dipasang di kedua tangan di atas siku. Biskuit
merupakan makanan / kue yang biasa dimakan oleh Belanda dulu pada acara pesta-pesta
pernikahan orang Belanda maupun pernikahan rakyat Indramayu yang memakai pakaian
adat /mahkota (sawat).

16. RAMA
HC.No.023940

Merupakan bentuk mahkota segitiga kerajaan yang mirip dengan mahkota pengantin
Jakarta, dulunya banyak dipakai di Desa Babadan dan Penganjang. Pada saat upacara
pernikahannya pengantin yang bermahkota ini diarak-arak oleh keluarganya sambil
dibarengi dengan tari-tarian khas daerah dan ada juga yang membawa seser ikan.

17. RAJEG WESI
HC.No023941

Merupakan pagar bersusun yang isinya terdiri dari beras tumpah, sisik ikan, bunga dan
ikan yang menandakan bahwa daerah Indaramayu kaya akan sumber alam.

18. PUYONG
HC.No.023942

Merupakan nama burung besar dan bentuk tubuhnya seperti burung merpati. Puyong
adalah merpati hutan berkembang liar , leher panjang berparuh besar bunyinya kungkung.
Banyak hidup di hutan pulau Nila. Tempat orang-orang nelayan bersembunyi asal Paoman.

19. SEJURING
HC.No.023943

Kata asalnya segaring yang menandakan kotak-kotak jaring nelayan. (stingting).

20. SAWAT PENGANTEN
HC.No.023944

Sawat artinya hiasan penganten di pelaminan yang berbentuk kupu-kupu, dipasang di
bagian lengan bagian atas, mahkotanya di kepala ditutup dengan cadar. Sawat yang
bentuknya mahkota dipasang persisi di atas kepala penganten yang sangat mengagumkan
seperti pengantin Padang.

21. SAWAT RIWOG
HC.No.023945

Sawat berarti kejer atau kupu-kupu. Riwog berarti bulu lengkap dengan kepompongnya,
adalah binatang cerpung atau lintah laut berkuku. Orangtua kita biasa mengenal ikan asin
cerpung yang harganya cukup mahal dijual ke pasar pecinan / pasar glodok Jakarta dengan
kendaraan perahu layar. Dari Indramayu bawa ikan cerpung, pulang dari Jakarta bawa gula
dan pakaian.

22.SAWAT RIWEH
HC.No.023946

Menggambarkan kupu-kupu yang hinggap riweh. Sawat adalah bentuk seperti kupu-kupu.
Riweh artinya keringat menetes lambing perjuangan dan kerja keras merebut
kemerdekaan.

23. SRIKIT
HC.No.023947

Merupakan suatu jenis nama tumbuhan jaman dahulu yang banyak tumbuh di
tepi-rawa-rawa Pulau Nila dan banyak dihinggapi kupu-kupu.

24. SISIK
HC.No.023948

Sisik merupakan hasil kerikan dari ikan kakap yang ditangkap para nelayan.Sisik ini
dikombinasikan dengan hiasan bunga dari tumbuhan laut.

25. SEKARNIEM
HC.No.023949

Nama motif ini diambil dari tumbuh-tumbuhan yang bernama Sekarniemyang bentuk
tumbuhannya elips,kring,kecil-kecil dan banyak ditanam disekitar rumah. Fungsinya untuk
sesajian dengan ditambah tujuh rupa kembang dan wewangian pada saat turunnya perahu
ke laut, pemasangan gunungan rumah, dan penyebaran benih padi.
Sekarniem adalah tanaman bunga berdaun gerigi dan berbulu seperti beludru,daunnya
wangi untuk campuran kembang werna pitu (tujuh macam bunga-bunga wangi) biasa
dipakai untuk sesajian perahu nelayan yang akan berlabuh atau pun melaut.

26. JAE SAREMPANG KANDANG
HC.No.023950

Pohon bercabang-cabang yang dipagari / dilindungi agar tidak dimakan burung.
Menggambarkan kerukunan keluarga, adanya perkawinan antara warga Belanda dan
warga pribumi. Karena sudah ada tali perkawinan maka ada persatuan antara warga
Belanda dan warga pribumi . Kandang artinya lingkaran dari dua warga menjadi satu
Keluarga . sampai sekarangpun masih ada yang mirip keturunan Belanda dan juga
keturunan Jepang . Hasil perkawinannya terpencar ada yang di desa Babadan , yang asli
pembatik di boyong ke PAOMAN , ada yang kedesa Terusan , Penganjang , serta
pabean Udik/ Anjun . Letaknya tidak jauh dari desa Babadan . Maka ada 5 {lima} sentra
batik di Indramayu yaitu Babadab ,Paoman , Penganjang ,Anjun dan Terusan . Warga di ke
lima desa tersebut masih banyak keturunan pembatik , sehingga pengrajin batik sampai
sekarangpun masih bertahan.

27. TELUKI
HC. No. 023951

Teluki merupakan rumput yang bentuk daunnya kecil-kecil menyurupai kipas , tumbuh di
empang ikan payau pinggir laut . Rumput Teluki ini biasanya oleh para ibu –ibu dibuat
makanan urap , rasanya agak asin

28. SUNGGINGAN MANUK TETINGKRING
HC. No. 023952

Sepasang burung yang sedang hinggap diranting –ranting pohon sambil bercengkrama .

29. SIDOMUKTI
HC. No. 023953

Sido artinya jadi, Mukti artinya kaya jadi artinya kaya makmur . Didalam kotak ada
berisikan gambar-gambar, ada empat macam kotak yang memjadi satu kesatuan dari
lambang tersebut yaitu :
1 – Sawat lambang sandang yang berharga
2 – bunga kenanga lambang harum namanya { jadi orang yang berguna dan di
kenang sepanjang masa }
3 – Burung lambang kemerdekaan atau terbang bebas
4 – Ikan lambang kecukupan pangan
Sidomukti biasa dipakai untuk pengantin saat akad nikah, melambangkan doa kerukunan
dan kemakmuran untuk kedua mempelai.

30. KEMBANG KAPAS
HC.No.023945

Kain kembang kapas ini dipakai mitos sebagai tumbal untuk menyelimuti anak yang
sedang sakit keras, agar cepat sembuh. Pohon kapas banyak ditemukan di sekitar Pulau
Nila. Oleh para ibu-ibu pembatik kembang kapas dibuat benang (dipintal sendiri).
Kemudian dirajut dan dibuat mori sebagai bahan baku batik tulis. Karena seringnya
mengolah kembang kapas, oleh para pembatik dituangkan dalam motif batik kembang
kapas.

31.KEMBANG KOL
HC.No.023955

Menggambarkan suatu tanaman sayuran yang biasa dimasak oleh orang Cina di Pulau Nila
menjadi masakan khas Cina ( Capcai )

32. KEMBANG BETA
HC.No.023956

Merupakan nama bunga yang berwarna kuning, bentuknya panjang berkerut seperti ulat dan
banyak tumbuh di kuburan, dengan mitos tumbuhan ini banyak dihuni mahluk halus.

33. KAPAL KANDAS
HC.No.023957

Suatu hari di lingkungan Desa Paoman keluarga nelayan mengharap kedatangan suaminya
yang pergi melaut yang telah lama berbulan bulan tidak kunjung datang, timbul bayangan
kapal (perahu) yang terdampar di karang laut. Mudah-mudahan bisa pulang dengan
membawa hasil ikan etong dan udang yang besar-besar. Sambil berdoa keselamatan
maka digambar kapal kandas di atas karang laut.

34. KEMBANG GUNDA
HC.No.023958

Di rawa-rawa sekitar Pulau Nila banyak terdapat rumput gunda. Dari daun gunda banyak
dibuat urap (makanan khas) rasanya agak pahit tapi enak dimakan. Kembang gunda ini
bentuknya sangat bagus dan menarik, oleh para ibu-ibu pembatik digambarkannya dalam
motif kombinasi burung-burung kecil di pantai.

35. KAWUNG
HC.No.023959

Kawung adalah daun dari pohon aren yang dikeringkan dan banyak dipergunakan sebagai
pembungkus tembakau oleh para nelayan untuk merokok dengan cara digulung. Pohon
aren banyak terdapat di Indramayu bagian barat di Desa Cikawung perbatasan dengan
Sumedang.

36. JAE SEREMPANG
HC.No.023960

Adalah tanaman jahe yang berdempetan seikat tapi bercabang. Menggambarkan tanaman
jahe yang berantai tapi masih berserakan. Artinya keluarga yang masih terpencar-pencar
karena belum ada persatuan keluarga. Seperti pada warga pribumi Indramayu juga warga
Belanda jaman dulu. Warga Belanda bermukim di desa Penganjang di satu asrama dan
pekuburan di sebelah asrama, samapai saat ini masih ada asrama yang dihuni keluarga
tentara angkatan darat . Tapi pekuburan sudah berubah fungsi menjadi ladang perkebunan.
Fungsi dari jahe sendiri untuk jamu rematik dan pegel-pegel, masuk angin. Sehingga
memberi ide untuk menciptakan motif batik jahe serempang.

37. JATI ROMBENG
HC.No.023961

Nama ini berasal dari tumbuhan pohon jati yang berdaun besar, yang karena cuaca sangat
panas terik sebagian daunnya banyak dimakan ulatsehingga daunnya menjadi rombeng. Di
pulau Nila dimana para nenek moyang pelaut dari negeri Cina mendarat dan membawa
batik yang belum selesai dikerjakan, banayk terdapat pohon yang tinggi, daunnya rontok
dan rombeng, yang mengilhami nenek moyang tersebut untuk membuat batik motif Jati
Rombeng. Daunnya di tumbuk diperas untuk diambil warnanya merah untuk pewarna batik.

38. URANG PLATOK / IWAK ETONG
HC.No.023962

Indramayu mempunyai potensi udang /urang, baik udang laut maupun udang tambak yang
bernilai gizi tinggi. Hasil tambak yang diekspor ke Jepang, Taiwan yang disebut orang
Indramayu urang pedet kepalan besar, keras bercapit besar. Harganya melebihi harga
daging sapi. Ciri khas masakan udang di Indramayu garam ase, kulitnya dibikin petis.
Bentuk udangnya persis seperti pada motif batik urang platok / urang ayu, maka diciptakan
batik urang platok / iwak etong. Bentuk iwak /ikan panjang bulat kepalanya kecil tapi keras,
rasanya gurih. Pada batik iwak etong, bentuk ikan tanpa kepala atau berkepala kecil,
melukiskan warga pribumi yang kecil dijajah Belanda tapi melakukan perlawanan hanya
dengan peralatan sederhana dan gerilya di malam hari dengan mengumandangkan takbir
Allahu Akbar maka diciptakan batik Urang Platok / Iwak Etong.

39.IWAK PETEK / IWAK KEEPER
HC.No.023963

Ikan yang bentuknya seperti layang-layang sisiknya tebal berwarna hitam putih kulitnya tebal
melukiskan rakyat kecil yang biasa melawan tentara penjajah secara gerilya dibantu oleh
warga Cina yang terdampar di Pulau Nila yang ahirnya dimenangkan oleh rakyat Indramayu
(Penganjang dan Babadan)

40. GANGGENG
HC.No.023964
Tanaman ganggeng banyak terdapat di rawa-rawa dan sawah. Di rawa-rawa, tanaman
ganggeng biasanya sebagai makanan ikan, sedangkan di sawah berfungsi untuk
menyuburkan sawah sehingga tanaman padi bisa terhindar dari kekurangan zat makanan.

41. KAYU GORDA
HC.No.023965
Merupakan pohon besar yang ada di hutan, yang tumbuh subur dan berfungsi untuk
melindungi binatang-binatang. Kayunya dipakai untuk bahan bangunan.

42. DAN LIRIS
HC.No.023966
Menggambarkan tentara Belanda yang sedang berbaris rapi, dengan langkah tegap
berseragam.

43. SRINTIL
HC.No.023967

Srintil merupakan sejenis burung yang banyak hidup dan berterbangan di sepanjang pantai
Indramayu. Burung-burung ini banyak tersangkut pada jaring-jaring nelayan yang sedang
memperbaiki (kitengan) jaring ikan yang rusak, terbentang di terik mentari.

44. TERATAI
HC.No.023968

Bunga teratai banyak tumbuh di rawa-rawa dan balong / kolam di sekitar Desa Babadan
dan Paoman. Bunganya biasa dimakan / dibuat urap atau tumis, biji kembangnya dibuat
kuaci. Di sawah-sawah sekitar rumah penduduk banyak terdapat pohon teratai berbunga
(disebut juga kembang Bandot). Keindahan bunga teratai ini menimbulkan inspirasi pada
ibu-ibu pembatik untuk menggambarkannya dalam motif batik teratai.

45. TIGA NEGERI
HC.No.023969

Motif ini menggambarkan adanya jalinan ikatan persaudaraan melalui pernikahan. Para
wanita pembatik dari Desa Babadan dan Penganjang banyak dinikahi oleh para pemuda
dari Desa Paoman yang kemudian memboyong isterinya para pembatik ke Desa Paoman
sehingga batik banyak berkembang di Desa Paoman.

46. BANJI TEPAK
HC.No.023970

Tepak berarti kotak / boks yang berfungsi untuk menyimpan benda-benda perhiasan dan
disimpan di dalam tembok, diletakan di bawah ubin. Kotak ini biasanya selalu dalam
keadaan terkunci.

47. AYAM ALAS
HC.No.023971

Di hutan belukar pulau Nila banyak ayam liar (ayam alas = ayam hutan) di lingkungan
ibu-ibu yang sedang membatik. Karena banyaknya ayam hutan tersebut ahirnya
memberikan ide-ide / gambar untuk menuangkannya dalam motif batik tulis.

48. BOKONG SEMAR
HC.No.023972

Pada saat itu di Desa Penganjang khususnya belum masuk 100 % agama Islam, mereka
masih menganut aliran kepercayaan. Dengan kepercayaan itu ahirnya didatangkan wayang
kulit dengan tema penyebaran Islam, dengan peran utama wayang Semar yang pantatnya /
bokongnya besar dengan gayanya berlenggak-lenggok. Ahirnya warga merasa tertarik,
maka sedikit demi sedikit warga mulai mencoba menerapkan apa yang diomongkan
Semar tersebut. Dahulu di masjid Penganjang hanya diisi kekerasan, pernah suatu ketika
masjid yang baru saja dibersihkan, di malam hari dinjak-injak binatang dan dilempari
kotoran sampai-sampai masjid tersebut tidak tampak layaknya tempat ibadah. Ahirnya ada
ucapan dari orang skti penjaga masjid : Ya Allah keji benar orang Penganjang tidak ada
yang mau menjaganya, kelak nanti orang Penganjang tidak ada yang mau pergi haji dan
sholat. Terbuktilah walau warga Penganjang asli kaya harta tidak ada yang menunaikan haji
dan ibadah. Setelah ada perkawinan antara warga Babadan, Penganjang dan Terusan,
maka mulailah ibadah agama Islam terlaksana. Sedikit demi sedikit tempat perjudian dan
dombret berubah menjadi tempat beribadah.

49. BANJI
HC.No.023973

Batik ini terinspirasi dari Cina dengan asal kata “Ceban” dan “huruf” rahasia (kode dari
angka-angka) perdagangan (bandrol).

50. CENDRAWASIH
HC.No.023974

Adalah nama burung yang dibawa oleh orang Cina di pulau Nila     ( Selatan Indramayu )

51. KLUWUNGAN

Artinya kendurian atau ritual selamatan, dipakai untuk ruwatan anak tunggal setiap bulan
Maulud (12 Robiul Awal). Pada batik digambarkan dengan corak keliling, tengah-tengahnya
kosong.

52. SASIRANGAN

Menggambarkan riwayat pertalian dalam bentuk perkawinan antar suku di Indramayu, yaitu
antara suku Jawa (Patih Wiralodra) dengan suku Sumatera ( Nyi Endang Dharma Ayu)

53. KLIWED

Merupakan gambaran perang melawan tentara Kompeni Belanda dengan strategi jalan liku
( bahasa Indramayu sama artinya dengan liwad-liwed).

54. NAGA

Menunjukkan pengaruh penyebaran agama Konghucu dari Cina di Indramayu pada motif
batik Indramayu, yaitu binatang Naga yang menjadi simbol keberuntungan dalam
kepercayaan Cina.

55. GOLDEN

Menggambarkan uang yang berlaku pada jaman sebelum kemerdekaan dibawah
penjajahan Belanda yang diabadikan dengan motif gambar koin tersebut (Gulden)

56. BUKETAN

Menggambarkan cara pendekatan masyarakat sentra batik Indramayu dari jaman dahulu
(yaitu masyarakat Paoman) dengan penjajah Belanda dengan memberikan rangkaian
bunga / buketan.

57. MASKOTAN

Menggambarkan bela sungkawa masyarakat Indramayu untuk pahlawannya yang gugur
melawan penjajah Belanda berupa karangan bunga mawar dan tulip.

58. TAPAK KEBO

Menceritakan legenda pada jaman dahulu ada kendaraan yang ditarik oleh seekor kerbau (
kebo) terperosok ke dalam lumpur , dari bekas telapak kerbau tersebut keluarlah mata air
yang besar.

59. TAMBAL SEWU

Merupakan lambang kebersamaan masyarakat Indramayu dalam memperjuangkan
kemerdekaannya untuk mengusir penjajah Belanda.

60. MELATI SEGAGGANG

Segagang artinya setangkai. Menggambarkan lambang kesucian dalam memperjuangkan
kemerdekaan melawan penjajah, juga simbol keteladanan.

61. SERUMPUN BAMBU

Menggambarkan alat perjuangan rakyat Indramayu untuk melawan penjajah Belanda
(bambu runcing)

62. LIRIS SENTE

Menggambarkan mitos jaman dahulu ketika ada anak gadis yang tidak menurut
orangtuanya ditakut-takuti akan menjadi wanita nakal ( bahasa Indramayu sente / tuna susila
).

63. BURUNG HONG

Menggambarkan pengaruh Cina dimana ada kepercayaan masyarakat Indramayu jaman
dahulu ketika ada bunyi burung hong / burung gagak yang memberi tanda atau firasat akan
datangnya malapetaka.

64. CEMARA

Menggambarkan tempat persembunyian dalam masa perang kemerdekaan di daerah
Indramayu barat yang bernama Cemara (daerah Losarang) yang banyak mengandung
kekayaan alam minyak dimana banyak tumbuh pohon cemara.

65. KEMBANG JEKENG

Menggambarkan suatu jenis tanaman yang tumbuh di rawa-rawa belakang rumah Patih
Wiralodra- penguasa Indramayu jaman dahulu, berlokasi di daerah Desa Penganjang
sekarang.

66. KEMBANG TANJUNG GUNUNG

Menggambarkan kembang yang tumbuh di lingkungan taman istana penguasa Indramayu
jaman dahulu yaitu Patih Wiralodra, kembang ini menandakan bahwa masyarakat
Indramayu sedang hidup makmur.

67. KEMBANG PACING

Menggambarkan kembang yang tumbuh di lingkungan taman istana penguasa Indramayu
jaman dahulu yaitu Patih Wiralodra. Pohon perdu, daun sejenis daun Lengkuas/Laos,
bunganya merah menyala , batangnya berair. Simbol Belanda tumbang sperti Babadan
Pacing.

68. MATAHARI

Menggambarkan rasa syukur masyarakat jaman dahulu atas anugerah dari Tuhan Yang
Maha Kuasa, nikmat alam yang tak terhingga betapa manusia membutuhkan sinar matahari
setiap hari, diabadikan dalam bentuk motif batik matahari yang sedang bersinar.

69. SILED

Menggambarkan mata bambu yang terdapat pada pohon bambu bersusun. Banyak
terdapat pada pinggiran sungai Cimanuk. Kulit bambu yang dulu digunakan untuk
memotong tali pusar , ari bayi dan sunatan anak, sedangkan batangnya dibuat gawangan
(sandaran kain) tempat membatik oleh para pengrajin batik di Indramayu sampai sekarang.

70. LENGKONG

Menggambarkan ombak laut yang cukup besar pada saat angin kencang. Para pelaut
berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri, ahirnya terdampar di pantai Tirtamaya yang
dulu namanya Pantai Balongan karena di sana ditemukan balong / kolam yang besar,
airnya cukup dingin padahal di daerah tepi pantai. Daerah ini sekarang menjadi kilang
minyak.

71. MANUK LING LING

Nama ini diambil dari nama burung yang diambil dari motif keramik Cina pada jaman
dinasti Ming. Menunjukkan pengaruh kebudayaan Cina pada masyarakat Indramayu.

72. BANJI GULDEN

Batik ini di bagian papan / tengah merupakan motif banji kunci yang dikombinasikan
dengan motif gulden di atasnya. Banji Kunci merupakan simbol peredaran alam dan
matahari, sedangkan gulden menggambarkan uang yang berlaku pada zaman sebelum
kemerdekaan Indonesia di bawah penjajahan Belanda yang diabadikan dengan motif
gambar pada kain batik.

73. BURUNG SRITI KECIL

Burung Sriti merupakan burung yang banyak hidup di sekitar sungai Cimanuk. Burung Sriti
ini pemakan serangga kecil yang banyak terdapat di atas permukaan air sungai Cimanuk.

74. BURUNG FUNIKS (PHOENIX)

Burung Funiks adalah binatang mitologi Cina yang melambangkan kebaikan dan sifat –sifat
luhur manusia. Ragam hias ini merupakan ragam hias yang ada pada keramik Cina
kemudian dituangkan dalam kain batik.

75. BANJI TULEN

Banji merupakan simbol peredaran alam dan matahari. Motif ini banyak dipengaruhi oleh
ragam hias Cina yang melambangkan kebaikan dan sifat luhur manusia. Batik ini banyak
dipakai oleh kaum wanita usia setengah baya. Diatas hiasan banji ini dihiasi oleh motif
kombinasi burung, bunga dan daun. Sedangkan pada bagian pinggir diberi tumpal pasung
sebagai ciri batik pesisir.

76. TAMBAL SEWU DAHLIA

Batik ini berbentuk kain sarung yang banyak dipakai oleh laki-laki dan perempuan
Indramayu. Pada garis diagonal sarung diberi ragam hias tambal sewu yang merupakan
lambang kebersamaan masyarakat Indramayu dalam memperjuangkan kemerdekaannya
mengusir penjajah. Pada bagian papan tengah dihiasi dengan bunga Dahlia.

77. SAWAT TAPAK KEBO

Sawat artinya hiasan pengantin yang berbentuk kupu-kupu, dipasang pada bagian lengan
atas. Ragam hias sawat ini dikombinasikan dengan motif tapak kebo yang menceritakan
legenda pada jaman dahulu ada kendaraan yang ditarik oleh seekor kerbau ( kebo)
terperosok ke dalam lumpur lalu dari bekas telapak kerbau tersebut keluarlah mata air yang
besar.

78. BANJI KUNCI

Bentuk anak kunci yang berkait-kaitan. Ragam hias banji kunci dilihat dari bentuknya pada
masyarakat Indramayu disimbolkan sebagai lambang kekejaman penjajahan Jepang. Motif
ini banyak dipengaruhi oleh ragam hias Cina . Banji Kunci menurut mitologi Cina
merupakan simbol peredaran alam dan matahari yang dikombinasikan dengan flora dan
fauna yang disisipkan diantara motif Banji Kunci.

79. KEMBANG JATI

Di daerah perbatasan Haurgeulis Indramayu dan Subang banyak terdapat hutan pohon Jati.
Pada musim kemarau panjang bunga dan pohon jati ini berjatuhan karena udara yang
sangat panas dan tiupan angin yang sangat kencang. Menjelang tiba musim hujan, bunga
pohon jati pada tumbuh begitu indah sehingga mengilhami para perajin batik untuk
menggambarkannya dalam kerajinan batik tulis.

80. JATI TUMBANG

Dipinggir hutan Indramayu terdapat pohon –pohon jati yang besar. Motif ini
menggambarkan bentuk perlawanan masyarakat Indramayu terhadap penjajah dengan cara
menumbangkan pohon jati dan dihalangkan di jalan, sehingga pasukan kendaraan penjajah
tidak bisa meneruskan / melanjutkan penyerangannya terhadap masyarakat Indramayu.

81. MANUK CUWIRI

Motif ini menggambarkan manuk Cuwiri yang dikombinasikan dengan flora dan fauna yang
ada di wilayah Indramayu. Manuk Cuwiri adalah burung yang banyak beterbangan pada
malam hari di sepanjang sungai Cimanuk untuk mencari makanan berupa serangga kecil
yang banyak terdapat di atas permukaan air sungai Cimanuk dan pada siang hari
burung-burung tersebut berlindung / tidur di rumah-rumah tua, biasanya di daerah pecinan
yang kebetulan berada di sepanjang sungai Cimanuk.

82. ASEAN

Motif batik ini merupakan motif setangkai bunga yang banyak tumbuh di sekitar tepi sungai
Indramayu yang bentuk bunganya berkelopak 12 helai diibaratkan dengan persatuan
negara-negara ASEAN.

83. PBB

Motif batik ini merupakan motif yang sangat sederhana dan terkesan kosong pada bagian
papan tengahnya karena hanya diisi oleh bulatan-bulatan warna hitam yang sebenarnya
berisi gambar atau lambang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedangkan pinggirnya
berisi ornamen sederhana yang berada hampir di seluh pinggiran kain.

84. KARANG ANGGREK

Motif karang anggrek ini diilhami dari karangan bunga anggrek yang biasa dipakai pada
pesta-pesta perkawinan masyarakat Indramayu jaman dahulu.

85. BLENGGI GAPURA

Motif Blenggi Gapura berasal dari bentuk penyangga gapura raja yang berada pada
halaman Istana Aria Wiralodra. Ragam hias ini terdiri hiasan / ornamen yang berada pada
penyangga gapura yang terdiri dari bentuk / susunan batu bata yang dibuat sebagai hiasan
penyangga gapura.

86. BLORONG

Kain batik ini berbentuk liris dengan motif bunga berantai / bersusun yang ditempatkan
secara diagonal pada kain . Makna yang terkandung dari motif ini adalah wujud
kebersamaan dari masyarakat Indramayu dalam berjuang melawan penjajahan Belanda.

87. KENTANG

Motif batik ini merupakan perpaduan antara buah kentang dengan bunga yang digambar
secara simetris berulang. Sepintas ragam hias ini seperti motif kain textil bukan batik
karena pengulangn gambarnya. Kentang merupakan makanan kaum penjajah jaman
dahulu, biasanya dimakan dengan daging.

88. KARANG LAUT BERANTAI

Ragam batik ini menggambarkan bentuk karang yang tidak terputus seperti rantai sambung
menyambung menjadi satu, banyak terdapat di lepas pantai Indramayu. Karang berantai ini
sering mengakibatkan kapal nelayan kandas / karam , sulit diangkut karena tersangkut
pada karang tersebut.

89. KEMBANG ASEM

Motif batik ini dibuat sekitar tahun 1920 an berupa kain panjang untuk laki-laki dan
perempuan. Pewarnaannya dibuat dengan gaya ungon memakai zat pewarna alam,
awalnya dibuat di atas bahan katun.

90. BUKETAN KOMBINASI

Ragam hias buketan kombinasi menggambarkan rangkaian bermacam-macam bunga
dalam satu ikatan yang diberikan masyarakat Indramayu sebagai upaya / cara-cara
pendekatan pembatik Indramayu (masyarakat Paoman) kepada penjajahan Belanda. Kain
batik ini berbentuk sarung yang dikombinasikan dengan motif flora dan fauna, dibuat
secara diagonal. Banyak dipakai oleh wanita setengah baya keturunan Cina.

91. KAPAL SANGGAT

Ragam hias ini menggambarkan keadaan kapal / perahu nelayan yang tersangkut di
karang laut berantai sehingga susah ditarik atau diangkat. Motif ini sebagai bentuk
modifikasi dari motif kapal kandas atau kapal karam.

92. KEMBANG DUWET

Batik ini berbentuk kain panjang terdiri dari bagian tengah , bagian papan dan tumpal.
Pada bagian tengah dihiasi dengan motif kembang duwet yang disisipi daun dan
ranting-rantingnya. Pada masyarakat Indramayu, buah duwet dikenal sebagai tanaman
tahunan dengan buah yang berwarna merah hati keungu-unguan, besarnya hampir sebesar
anggur, yang sudah matang rasanya manis agak sepat, biasanya diminum dengan
dicampur gula pasir. Pada musimnya banyak dijual di pasar.

93. GANGGENG PENTIL

Motif batik ini merupakan kombinasi dari motif Pentil Kuista yang ditempatkan diantara
lingkaran-lingkaran ganggeng. Ganggeng adalah sejenis tanaman yang banyak terdapat di
rawa-rawa sebagai makanan ikan. Sedangkan di sawah sebagai penyubur.

94. MANUK BLIBIS

Ragam hias ini pada bagian tengahnya menggambarkan burung blibis sedang mencari
ikan di rawa dan tambak ikan. Burung ini biasanya ditangkap dengan menggunakan jaring
sehingga kakinya tersangkut. Daging gorengnya enak dimakan , di Indramayu biasa dijual
di pasar dengan sebutan ayam-ayaman. Pada bagian papan dihiasi dengan bunga-bunga
kecil dan pada bagian ujung diberi tumpal / mainang.

95. LINGLING TANGKAI

Ragam hias ini diambil dari motif keramik Cina yang banyak dibawa oleh pedagang Cina
ke Indonesia. Lingling merupakan nama burung yang berada di daratan Cina. Dalam motif
ini burung Lingling digambarkan sedang hinggap pada tangkai . Pengaruh kebudayaan
Cina sangat besar dalam ragam hias ini. Pada bagian ujung dipadukan dengan tumpal /
mainang

96. BANJI BUKET

Ragam hias Banji menjadi latar belakang dari batik ini . Diatas motif Banji dihias dengan
kombinasi buketan bunga, burung dan tangkai daun. Dahulu batik ini hanya dipakai untuk
para bangsawan.

97. PUCUK DANAS

Wilayah Indramayu sebelah barat daya berbatasan dengan Kabupaten Subang. Kabupaten
Subang merupakan daerah penghasil buah nanas (bahasa Indramayu : danas). Ragam
hias pucuk danas menggambarkan pohon nanas sedang tumbuh mekar dan keluar daun
muda. Dalam motif ini gambar pucuk nanas dibuat berulang-ulang tapi tidak beraturan.

98. SRINTIL AYAM

Srintil merupakan sejenis burung yang banyak hidup dan beterbangan di sepanjang pantai
dan rawa-rawa Indramayu. Burung ini cukup besar hingga menyerupai anak ayam. Pada
siang hari burung ini mencari makanan berupa ikan ikan kecil yang ada di rawa-rawa dan
pantai. Motif ini biasanya dipakai pada kain panjang setelan dengan ujung kain diberi
tumpal pasung.

99. TUMPAL PASUNG

Pada umumnya ragam hias Indramayu terdiri dari bagian tengah, bagian papan, bagian
tumpal dan bagian pinggir. Hampir kebanyakan kain batik panjang setelan di Indramayu
selalu diberi tumpal pasung. Pasung berbentuk tombak yang ditempatkan secara
berhadapan sejajar membentuk gerigi. Tumpal pasung melambangkan ketegasan dari
masyarakat Indramayu dalam melawan kaum penjajah.

100. TUMPAL MAINANG

Ragam hias tumpal mainang banyak dipengaruhi oleh motif/hiasan dari daerah Palembang.
Tumpal ini berbeda dengan tumpal pasung. Diantara dua ujung tumpal yang tajam terdapat
kotak persegi yang diisi dengan motif bunga kecil-kecil.

101. UMPAL PASUNG GERIGI

Ragam hias tumpal pasung gerigi merupakan pengembangan dari tumpal pasung biasa.
Pada tumpal pasung bergerigi ujung tumpal yang tajam diisi dengan motif burung kecil dan
pada pertemuan kedua ujung pasungnya diberi motif ikan. Yang mengapit kedua tumpal
pasung bergerigi ini adalah motif ganggeng yang ditempatkan secara berbelok-belok
memanjang dari atas ke bawah.

102. UMPAL DLORONG KLEBET

Motif timpal dlorong klebet biasanya ditempatkan secara diagonal sebagai hiasan pada
bagian depan kain sarung. Dlorong artinya miring, sedangkan klebet artinya kibaran
bendera (bahasa Indramayu, ucapan e seperti sate). Pada motif klebet yang berbentuk
kotak-kotak, banyak diisi oleh berbagai motif Indramayu dan motif dari luar Indramayu,
seperti motif kentang, motif flora dan fauna.

103. TUMPAL RUCUK

Batik Indramayu terdiri dari bagian tengah, bagian papan, bagian tumpal dan bagian
pinggir. Untuk motif-motif tertentu terutama untuk batik sarung dan batik kain biasa, tumpal
galang kupu-kupu biasanya ditempatkan pada pinggir kain batik, memanjang pada bagian
atas dan bawah kain. Motif ini menggambarkan tumpal pasung kecil yang ujung tajamnya
berada pada sisi gambar / kain menghadap keluar.

104. BANJI KUNCI POLOS

Ragam hias banji kunci polos pada batik Indramayu banyak dipengaruhi oleh kebudayaan
dari Cina. Motif ini berbentuk kunci. Motif puyong ukel pada motif Indramayu merupakan
motif kombinasi antara burung puyong dengan motif pengisi ukel pada bagian lainnya.
Gambar puyong banyak dipengaruhi oleh motif-motif pada keramik Cina dari zaman dinasti
Ming. Ukel merupakan bentuk garis yang melingkar di ujungnya untuk mengisi bagian
kosong diantara burung puyong.

105. PUYONG UKEL

Motif puyong ukel pada motif Indramayu merupakan motif kombinasi antara burung puyong
dengan motif pengisi ukel pada bagian lainnya. Gambar puyong banyak dipengaruhi oleh
motif-motif pada keramik Cina dari zaman dinasti Ming. Ukel merupakan bentuk garis yang
melingkar di ujungnya untuk mengisi bagian kosong diantara burung puyong.

106. TAPAK DARA

Motif tapak dara dalam batik Indramayu diilhami dari sejenis tanaman tapak dara yang
biasa ditanam di halaman rumah. Tanaman ini pada musim-musim tertentu mekar
bunganya. Bunga tapak dara biasa digunakan sebagai obat oleh wanita setengah baya
pada jaman dahulu kala. Pada batik ini yang menjadi latar belakang ragam hiasnya bentuk
garis-garis terputus dan ditempatkan secara diagonal beraturan, melambangkan semangat
juang rakyat Indramayu melawan penjajahan.

107. JERUK MUIN

Pada jaman dahulu sebelum berkembang ilmu kesehatan, jeruk yang berkulit tebal dan
berkerut atas petunjuk seseorang bernama Bapak Mu’in (almarhum) dipergunakan
sebagai obat untuk menyembuhkan sakit panas.

108. KEMBANG KARANG

Melambangkan riwayat seorang nelayan yang terdampar diterjang badai, kemudian ia terus
berusaha menjaring ikan tetapi yang tersangkut adalah kembang karang laut, untuk bukti
pada keluarga bahwa ia telah berusaha mencari nafkah dibawanya pulang, konon oleh
isterinya diabadikan menjadi motif batik di atas kain blacu.

109. SA’ANGAN

Sa’ang, atau sahang atau lada merupakan tanaman yang tumbuh di sekitar hutan Desa
Penganjang, bijinya biasanya dipakai sebagai bumbu masakan. Ragam hias saangan
dipakai sebagai latar belakang dari gambar burung merak yang merupakan bagian
terbesar dari motif ini.

110. BULU AYAM

Di hutan belukar pulau Nila banyak ayam liar (ayam alas=ayam hutan) di lingkungan para
ibu yang sedang membatik. Karena bagusnya bulu ayam tersebut ahirnya memberikan
ide-ide / gambar untuk menuangkannya dalam motif batik tulis.

111. KERANG-KERANGAN

Menggambarkan riwayat nelayan yang membawa buah tangan dari laut setelah kembali
dari laut, berbentuk bulatan setengah lingkaran terdiri dari dua buah lempengan yang
sisinya bersatu. Kerang-kerangan ini biasa hidup di daerah laut dangkal pesisir pantai.

112. GENTONG KOSONG

Gentong kosong disebut juga pedaringan atau tempat menyimpan beras dalam keadaan
kosong. Ragam hias ini menggambarkan keadaan masyarakat Indramayu pada saat itu
yang sedang mengalami kekurangan pangan / beras (paceklik).

113. GELATIK MAS

Menggambarkan cerita jaman dahulu ada suatu burung yang bisa digunakan untuk meramal
nasib di masa datang.

114. KAWUNG SOGOK

Nama motif ini menggambarkan kawung, yaitu daun dari pohon aren yang terbelah-belah,
digunakan sebagai pembungkus tembakau untuk rokok oleh para nelayan dengan cara
digulung. Pohon aren banyak terdapat di Indramayu bagian barat dan selatan.

115. SAWAT LAYANGAN

Sawat layangan artinya hiasan penganten di pelaminan yang berbentuk kupu-kupu yang
sedang terbang, dipasang pada lengan bagian atas, mahkotanya di kepala ditutup dengan
cadar.

116. KACA PIRING

Kaca piring merupakan nama bunga yang sedang mekar berwarna putih, fungsi bunganya
untuk sesajian pedaringan tempat beras. Saat keluarga ada yang menikah, khitanan dan
acara lain-lain.

117. BULU MERAK

Merupakan motif yang menceritakan jaman dahulu di sepanjang Sungai Cimanuk
merupakan rawa-rawa yang banyak ditumbuhi semak belukar, ditemukan bertebaran
bulu-bulu merak, diduga bulu bekas burung merak yang dimangsa binatang buas.

118. PERANG WENANG

Perang antara Belanda melawan Jepang karena Belanda bisa menguasai markas di Desa
Penganjang sedangkan Jepang tidak punya markas, jadi Jepang ingin merebut markas
sedangkan Belanda tidak mau menyerah ahirnya perang tidak bisa dihindari sedangkan
kekejaman Jepang terhadap pribumi sangat tidak manusiawi, ada penduduk menyalakan
korek api bikinan asing lantas tangan penduduk disiram bensin dari korek lantas dibakar.
Penduduk kalau tidak menurut di siksa , gadis-gadis banyak yang di perkosa , makanya
warga indramayu bagian utara banyak yang mirip seperti Belanda dan orang Jepang.

119. JENDERAL PESTA

Semasa perang kemerdekaan, karena merasa telah memenangkan peperangan, para
jenderal Belanda berpesta pora, padahal orang-orang pribumi bersembunyi di bawah
tanah. Diabadikan dalam motif batik berupa mahkota jendral

120. PINTU RAJA

Ragam hias ini diambil dari ukiran gapura pada pintu istana Patih Wiralodra. Motif ini
banyak dipengaruhi oleh seni Islam yang sarat makna.

121. GANGGAMINA

Menggambarkan nama hewan sejenis beruang yang hidup di hutan belantara Indramayu
pada jaman dahulu kala.

122. KEMBANG PARE

Menggambarkan tumbuhan yang banyak terdapat di sekitar rumah penduduk di Desa
Babadan. Tumbuhnya menjalar di pagar-pagar, dengan bunga-bunga kecil berwarna diatas
daun-daunnya dan buahnya menggantung. Fungsi buah pare biasanya dipakai sebagai
obat penyembuhan kencing manis.

123. SLOMPRET

Menggambarkan terompet (bahasa Indramayu = slompret)untuk memanggil serdadu
Belanda yang ada di hutan untuk berkumpul di asrama / barak tentara Belanda yang
terletak di Desa Penganjang.

124. SAWAT GUNTING

Ragam hias ini menggambarkan alat perang berbentuk tombak yang dipergunakan di
jaman dahulu untuk mengusir penjajah.

125. LIONG

Ragam hias ini menggambarkan pengaruh penyebaran agama Konghucu dari Cina di
Indramayu. Pada motif batik diambil dari gambar Liong yang ada pada keramik dinasti
Ming yaitu binatang yang menjadi simbol keberuntungan dalam kepercayaan Cina.

126. JUANA

Menggambarkan pertalian yang sangat erat antara masyarakat Indramayu dengan
pendatang dari Jawa Tengah (Juana) diabadikan dalam motif berupa lingkaran yang saling
menyatu.

127. KAPAL KAREM

Kapal karem menggambarkan kapal dalam keadaan tenggelam hingga badan kapal tidak
kelihatan sama sekali.

128. BUNGA SETAMAN

Menggambarkan seni merangkai bunga dengan cara mengumpulkan bunga hias dari
taman yang berada di sekitar taman istana Wiralodra di daerah Penganjang.

129. TANGGA ISTANA

Menggambarkan Indramayu jaman dahulu dipimpin seorang patih penguasa, konon tinggal
di sebuah istana di daerah Penganjang, dengan pondasi yang tinggi, pada motif
dituangkan dlam bentuk tangga (bahasa Indramayu = undak-undak)

130. ANGIN-ANGIN RANTE

Menggambarkan seorang nelayan yang selalu waspada akan datangnya angin kencang di
tengah laut, namun kerap diterjang gelombang besar yang mengakibatkan kapal /
perahunya jadi kandas / tenggelam. Diabadikan dengan motif gambar rantai (bahasa
Indaramayu =rante) dan angin.

131. BANJI KIOK

Ragam hias ini merupakan perpaduan antara motif Banji Kunci dan burung Funiks. Daun
dan bunga banji kunci merupakan simbol peredaran alam dan matahari. Sedangkan burung
Funiks adalah binatang mitologiu Cina yang melambangkan kebaikan dan sifat-sifat luhur.
Motif batik ini banyak dipengaruhi dari Cina. Sesuai dengan daerah pesisir Indramayu
maka warna batik ini menentukan asal pemakainya, seperti warna biru dan merah
diperuntukan bagi wanita peranakan Cina setengah baya.

132. BANJI KUNCI PENYU

Motif batik ini secara keseluruhan merupakan kombinasi dari Banji kunci dengan kilim
(anjing) yang disisipi dengan bentuk flora-fauna, buket bunga dan burung. Pada arah lereng
diagonal (dlorong)diisi oleh motif penyu (di daerah Indramayu dulu ada binatang penyu).
Penyu dalam filsafat Cina melambangkan kekuatandan ketabahan, sedangkan kilin /anjing
merupakan simbol kebaikan.

133. BUNGA CEPLOK

Batik ini berbentuk sarung dipakai oleh perempuan dan laki-laki dengan ragamnya yang
dikategorikan sebagai susunan motif-motif ceplok, flora dan fauna. Pada corak kepala kain
dihiasi dengan tumpal pasung dan burung Funiks yang merupakan lambang ratu serta
menjadi hiasan pilihan untuk raja. Kelima warna bulu badan burung ini diibaratkan dengan
kelima sifat luhur manusia, yaitu kejujuran, keagungan, perikemanusiaan, kesungguhan dan
kebijaksanaan.

134. MEGA GUNTUR

Ragam hias batik ini diproduksi sekitar tahun 1900 diperuntukkan bagi perempuan
keluarga Cina di Indramayu. Ragam hias ini berhubungan dengan filsafat kesinambungan
dinamis dari Cina, diamana unsur-unsur di alam ini merupakan suatu siklus yang terus
menerus aktif sepanjang masa.

135. TERATAI

Bagian terbesar dari motif batik ini merupakan bunga teratai, yang dalam filosofi Cina.
Bunga teratai ini merupakan lambang agama Budha, membangkan kesucian dan
kesempurnaan . Bunga ini termasuk salah satu motif hias yang populer dipakai dalam
keramik Cina. Di Indramayu, masyarakat sering menyamakan bentuk bunga teratai dalam
batik dengan kembang pala.

136. BURUNG FUNIKS DAN MERAK

Batik ini merupakan kain sarung yang dipakai perempuan dalam masa berkabung. Ragam
hias pada bagian tengah terdiri dari burung Funiks, burung merak dan bunga sebagai
pengaruh dari motif Cina. Dalam mitologi Cina burung merak merupakan lambang
kebanggaan dan kesombongan. Perbedaan kedua burung ini terletak pada bagian
ekornya. Diantara kedua burung ini disisipkan susunan rantai bunga berukuran lebih kecil.

137. KEMBANG TERATAI DAN KUPU-KUPU

Batik ini dibuat sekitar tahun 1910 untuk konsumsi masyarakat Indramayu. Format kain
batik ini tidak dilengkapi dengan tumpal sebagaimana ciri batik pesisir. Perubahan ini
diperkirakan ada kaitannya dengan sejarah perubahan pada bagian bidang kain sarung
yang dipelopori pengusaha batik Belanda sekitar tahun 1860-1900. Ragam hias batik ini
terdiri dari bunga teratai, buah asam, bunga anggur dan kupu-kupu. Dalam seni hias Cina
bunga teratai melambangkan kesucian dan kesempurnaan dimana bunga ini tetap bisa
tumbuh dengan indah dan bersih walaupun akarnya berada di dalam lumpur.

138. MAHKOTA BURUNG FUNIKS

Batik ini dibuat setelah kemerdekaan berupa kain sarung untuk perempuan keluarga Cina.
Ragam hias batik ini terdiri dari burung funiks, daun pala dan bunga teratai berlatar daun.
Makna burung dalam seni tradisi nenek moyang adalah angin dan dunia atas.
Penggambaran ragam hias batik ini menyerupai lukisan suatu peristiwa semacam pesta
atau sebuah festival dengan orang-orang, penerangan lilin warna-warni, mahkota dan
burung Funiks sebagai lambang pertanda baik.

139. KEMBANG GEMPOL

Kembang gempol merupakan suatu tanaman yang hampir mirip dengan buah mengkudu.
Kembang gempol biasa digunakan sebagai bahan pewarna alami dalam proses
pewarnaan batik. Batik ini merupakan batik pesisir dengan ciri diberi tumpal pasung.

140. MERAK KIPAS

Merak kipas adalah burung merak yang sedang menari dengan bulu ekor yang
mengembang dan direntangkan sebagai tanda kebanggan. Dalam mitologi Cina, burung
merak merupakan lambang kebanggan dan kesombongan. Pada bagian tengah kain
diantara burung merak disisipi dengan daun dan ranting panjang.

______NNP_____
 

   
         

One thought on “Motif-motif batik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s